Jumat, 20 Februari 2009

$ LAPORAN OJT (On the Job Training) mInggU ke 5 $

^_^
Senyum duLu….
Maniez Khan,,,????

Nie senyum Bahagia Q…
Karena udah 5 minggu saya menjalankan OJT ( On the Job Training ) di Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Kab. Sidoarjo

Ini kegiatan ku :





Hari / tanggal : Senin / 16 Februari 2009
Kegiatan : I Z I N

Hari / tanggal : Selasa / 17 Februari 2009
Kegiatan :
1 Membuat Bagan Struktur Organisasi Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Kab. Sidoarjo.

Hari / tanggal : Rabu / 18 Februari 2009
Kegiatan :
1 Melanjutkan membuat Bagan Struktur Organisasi Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Kab. Sidoarjo ;
2 Membuat Surat Pengantar Draf ke Bupati Sidoarjo ;
3 Mengedit Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Penerimaan SKPD ( SPJ Pendapatan Fungsional ) serta mencetaknya ;
4 Mengedit Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Penerimaan SKPD ( SPJ Pendapatan Administratif ) serta mencetaknya ;
5 Mengedit SPJ Penerimaan serta mencetaknya ;
6 Mengedit Target Dan Realisasi Pendapatan Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja ;

Hari / tanggal : Kamis / 19 Februari 2009
Kegiatan :
1 Mencetak Stuktur Organisasi Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Kab. Sidoarjo ;
2 Mengentri Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Barang Habis Pakai ;
3 Mengetik SPJ Penerimaan.

Hari / tanggal : Jum’at / 20 Februari 2009
Kegiatan :
1 Senam Pagi ;
2 Mencetak Bagan Struktur Organisasi Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja ;
3 Mengetik SPJ Penerimaan.

Hari / tanggal : Sabtu / 21 Februari 2009
Kegiatan :
****** LAPORAN KE SEKOLAH******



Kamis, 12 Februari 2009

LaporaN OJTminggu ke-4

Hmmmm…………………..
Tak terasa juga sudah 1 bulan (4 minggu) saya melakukan On the Job Training.
Kegiatan yang saya lakukan hampir sama setiap harinya.

Mau tau apa saja yang saya kerjakan selama On the Job Training,

Lihat Di bawah ini:





Hari,Tanggal : Senin, 09 Februari 2009
Kegiatan :
• Mengedit LKPJ dan mencetaknya ;
• Mengedit Nota Dinas dan mencetaknya ;
• Membuat Data-data Pegawai Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja ;
• Mengentri Data Pegawai Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja.

Hari,Tanggal : Selasa, 10 Februari 2009
Kegiatan :
• Melanjutkan mengentri Data Pegawai Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja ;
• Membuat Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Barang Habis Pakai ;

Hari,Tanggal : Rabu, 11 Februari 2009
Kegiatan :
• Melanjutkan membuat Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Barang Habis Pakai;
• Mengedit Daftar Hadir Senam Kesegaran Jasmani Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja kab. Sidoarjo serta mencetaknya ;
• Melanjutkan mengentri Data Pegawai Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja ;
• Mencetak gaji berkala ;
• Mengetik nama, alamat dan no. telp kantor dilingkungan pemerintahan Kabupaten Sidoarjo.

Hari,Tanggal : Kamis, 12 Februari 2009
Kegiatan :
• Melanjutkan mengentri Data Pegawai Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja ;
• Melanjutkan membuat Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Barang Habis Pakai;
• Mengetik Surat Keputusan Lattas ;
• Mencetak daftar nama dan alamat pejabat struktural Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja ;
• Membuat Surat ijin pembuatan paspor ke Luar Negeri dan mencetaknya.

Hari,Tanggal : Jum’at, 13 Februari 2009
Kegiatan :
• Senam Pagi ;
• Mengedit Lampiran Penjaga Malam Pada Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor di Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja serta mencetaknya.

nie Lah kegiatan kwu.....

Jumat, 06 Februari 2009

LapoRan OJT miNggu ke-3

fiuH....
AKHIRNYA da 3 minggu aku melaksanakan On the Job Training di Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja.

ini hasil kegiatan ku minggu ke3selama disana,,,,,




Hari / tanggal : Senin / 2 Februari 2009
Kegiatan : * mengetik gaji-gaji berkala pegawai dan mencetaknya
* membuat struktur organisasi pegawai DinSosNaKer dan mencetaknya

Hari / tanggal : Selasa / 3 Februari 2009
Kegiatan : * mencetak kwitansi BKP
* mengetik nota dinas dan mencetaknya
* mengetik absen para pegawai dan mencetaknya

Hari / tanggal : Rabu / 4 Februari 2009
Kegiatan : * mengedit data dan mencetaknya
* mengetik surat pemberitahuan dan mencetaknya

Hari / tanggal : Kamis / 5 Februari 2009
Kegiatan : * mengetik surat keputusan dinas dan mencetaknya
* mengedit gaji berkala dan mencetaknya
Hari / tanggal : Jumat / 6 Februari 2009
Kegiatan : * senam pagi
* mengedit lampiran staf dan mencetaknya
* mengedit gaji berkala dan mencetaknya
* mengetik surat permohonan TASPEN dan KARPEG dan mencetaknya

Hari / tanggal : Sabtu / 7 Februari 2009
Kegiatan : * L I B U R
* Laporan ke skul

LapoRan OJT miNggu ke-2

Duuuhh,,,
sudah dua minggu aku melaksanakan On the Job Training,,

ini kegiatan yang aku lakukan selama OJT...



Senin, 25 Januari 2009
#LIBUR IMLEK#

Selasa, 26 Januari 2009
kegiatan:
*mengetik file
*mengeprint

Rabu, 27 Januari 2009
kegiatan:
*mengetik file
*mengeprint

Kamis, 28 Januari 2009
kegiatan:
*mengetik file
*mengeprint

Jum'at, 29 Januari 2009
kegiatan:
*mengetik file
*mengeprint
*senam

Sabtu, 30Januari 2009
kegiatan:
#LAPORAN#






^OJT^ buKKz........................

Hhmmm.................
gag trasa q da ojt alias On the Job Training gtoooooooooooooo!!!!
Hwehehe,,,,

tak kirain gmn gto,ternyata enak juga............(emangnya makanan gto........)


yang pasti q dpet ilmu,pengalaman n makanan.
(hwehehe)


nie hasil OJT ku,,,
minggu ke -1


1. Senin, 19 Januari 2009
kegiatan:
*Perkenalan
*pembagian tempat
*mengetik file
*mengeprint

2.Selasa, 20 Januari 2009
kegiatan:
*mengetik file
*mengeprint

3.Rabu, 21 Januari 2009
*kegiatan:
*mengetik file
*mengeprint

4. Kamis, 22 Januari 2009
kegiatan:
*mengetik file
*mengeprint

5. Jum'at, 23 Januari 2009
kegiatan:
*mengetik file
*mengeprint
senam

6.Sabtu, 24 Januari 2009
#LAPORAN KE SEKOLAH#



Kamis, 01 Januari 2009

*Pasang sendiri kabel UTP*

Alat dan bahan yang diperlukan

Kabel UTP

Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 - 7 yang sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Berikut ini kegunaan dari kabel kategori 1 - 7 diambil dari wikipedia.

* cat 1: sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone dan ISDN.
* cat 2: dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps
* cat 3: dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps
* cat 4: Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.
* cat 5: Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan 100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.
* cat 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network.
* cat 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e
* cat 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps
* cat 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.

Berikut ini contoh gambar kabel UTP yang sudah dipasang konektor, kabel cat-5e dalam keadaan terkupas dan kabel cat-6.



RJ-45 Connector

Setelah anda tahu jenis-jenis kabel sekarang konektor RJ-45 biar gak pusing ini gambarnya dan perbedaan nya dengan RJ-11 yang juga sering ditemukan dipasaran.


Gambar RJ-45 dengan 8 pin



Lokasi Pin No 1

where is pin #1?



Dengan posisi seperti dibawah pin no 1 adalah pin yang paling kiri (dilihat dari posisi anda)




Crimp Tool

Crimp tool / Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja. Contoh gambarnya seperti ini.


Kabel Tester

Supaya anda yakin bahwa pemasangan kabel ke konektor sudah ok lebih baik kalau anda juga memiliki cable tester seperti berikut ini. Perbedaan diatara dua testerdibawah ini adalah yang satu memakai satu led untuk satu pair sementara yang satu lagi satu led untuk satu kabel. Untuk pemula lebih mudah untuk mempergunakan yang type satu led per kabel karena anda tidak akan dibuat pusing :D . Kemudian tester yang lebih kecil adalah remote cable tester yang dipakai apabila kabel yang di test panjang dan kedua ujung nya tidak berdekatan (misalnya ada diruangan yang berbeda). Cara penggunaannya adalah dengan memasang ujung kabel yang satu ke TX di cable tester yang besar kemudian set auto, kemudian di ujung yang lain kita pasang remote cable tester. Setelah itu anda cukup melihat remote cable tester saja. Apabila menyala berarti kabel terkoneksi dengan baik sementara apabila mati berarti kabel terputus.



Sedikit catatan: hasil test dengan menggunakan kabel tester tidak berarti menunjukan bahwa kabel tersebut bisa berfungsi dengan baik. Jarak maksimum 100meter dari kabel cat-5e kadang apabila di test dengan cable tester akan tetap menghasilkan nilai baik pada jarak lebih dari 100meter sementara ketika dialiri data koneksi terputus karena kabel terlalu panjang.

Tone Generator

Alat yang berikutnya adalah tone generator yang mampu melakukan tracing di posisi mana kabel putus. Sangat berguna apabila anda tidak menginginkan untuk mengganti seluruh kabel ketika ada kerusakan.



Susunan kabel standar menurut warna pada posisi stright dan pada posisi cross

Setelah anda tahu alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan kabel UTP ke RJ-45 soket, sekarang ada istilah dalam stright dan crossover dalam cabling.
Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih.
Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data Alias nganggur.




Susunan kabel berdasar TX dan RX

Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX - di konektor yang satu ke RX - di konektor yang lain.



Rabu, 31 Desember 2008

OSI

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

- Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.

- Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.

- Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.

Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.

OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.
Struktur tujuh lapis model OSI, bersamaan dengan protocol data unit pada setiap lapisan

OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut :

















































Lapisan ke- Nama lapisan Keterangan
7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2 Data-link layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.